Cara Menambah Kecepatan Download IDM

Buat anda yang sudah mendownload IDM 6.05 Full + Crack sepertinya perlu untuk mengoptimalkan kecepatan Internet Download Manager'nya agar download lebih kenceng, nah! biasanya kita perlu mengedit registry atau setting di Connection Type / Speed'nya agar mendapat kinerja yang optimal., sepertinya itu tidak perlu dilakukan lagi karena saya sudah dapat software yang bisa mengoptimalkan kecepatan Internet Download Manager tanpa harus edit registry atau setting ini itu.,


berikut review dari software'nya yang bernama IDM Optimizer
IDM Optimizer ini akan split connectionnya jadi 16, trus speed connectionnya jadi maksimum

Screenshot program

Hasilnya


Cara kerjanya dari IDM Optimizer :
  1. Program ini akan membuat file baru di direktori yang berisi IDM Optimizer.exe dengan nama IDMMax.inf yang berisi script untuk masuk ke registry, trus ngutak-atik di HKCU/software/downloadmanager untuk maksimalin kinerja IDM
  2. Di dalam registry, script tadi mengubah nilai dari Advanced Integration --> 1, ConnectionSpeed --> 999999, ConnectionType --> 11, MaxConnectionsNumber-->16
  3. Sedangkan jika Anda menemukan file IDMDef.inf, maka script itu berisi untuk mengembalikan settingan IDM ke kondisi awal
  4. Untuk mengaplikasi perubahan, maka diperlukan restart IDM

Caranya Pakai:
1. IDM harus sudah terinstall di komputer Anda
2. Setelah IDM terinstall, buka program ini
3. Pilih Maximize Now! untuk mengoptimasi kinerja IDM
4. klik OK (Please restart IDM to apply changes)
5. Pilih Restore Default untuk kembali ke pengaturan IDM awal
6. Restart IDM

Link Download IDM Optimizer ( Mediafire ) :

http://www.mediafire.com/?oluey6e8y3sic3i
by: http://wischain.blogspot.com/2011/03/cara-menambah-kecepatan-download-idm.html

membuat wab server debian

Untuk postingan minggu ini saya akan share catatan saya sewaktu masih sekolah di SMK N 3 Kendal., dan postingan kali ini adalah lanjutan dari artikel Linux > Membuat DNS Server di Debian , sebelumnya sebelum anda mengikuti langkah-langkah Membuat Web Server di Linux Debian ini saya saran'kan membaca dari awal artikel Cara Instal Linux Debian dan Membuat DNS Server di Debian , karena artikel Linux di blog ini berurutan, jadi mengharuskan anda membaca artikel linux dari awal. anda bisa baca artikelnya di sini ..


oke langsung menuju ke materi!





dalam artikel ini kita akan membahas cara membuat dua Halaman web yaitu
www.sekolah.sch.id danjurusan.sekolah.sch.id

mulai dari langkah pertama.

1. Buat Halaman Sekolah
  • buat directory sekolah dengan perintah : mkdir /home/jarkom /sekolah
  • buat file index.php dengan perintah : pico /home/jarkom /sekolah/index.php
  • tambahkan script berikut :






UJI KOMPETENSI KEAHLIAN


SMK NEGERI 3 KENDAL



*c="logo.gif " align="center" />

Nama : nama siswa


No Test : 123456


*ef="jurusan.sekolah.sch.id" rel="nofollow" >Tautan ke jususan




Penting!!!! ganti tanda "*" menjadi huruf "r" di script yang ada di atas!!



KELUAR n SIMPAN


2. Buat Halaman Jurusan
  • buat directory sekolah dengan perintah : mkdir /home/jarkom/ jurusan
  • buat file index.php dengan perintah : pico /home/jarkom/jurusan/index.php
  • tambahkan script berikut :






UJI KOMPETENSI KEAHLIAN


TEKNIK KOMPUTER JARINGAN



*c="logo.gif " align="center" />

Nama : nama siswa


No Test : 123456


*ef="www.sekolah.sch.id" rel="nofollow" >Tautan ke Sekolah






Penting!!!! ganti tanda "*" menjadi huruf "r" di script yang ada di atas!!



Menyisipkan logo atau gambar ke halaman web


agar halaman web menarik kita juga boleh memasukkan logo atau gambar ke halaman web kita, dan kita perlu menyiapkan logo di CD, DVD, atau di FLASHDISK., contoh kita akan menyalin logo dari CD ke direktori web sekolah dan web jurusan
  • masuk cd ke cdrom
  • mount cdrom dengan perintah : mount cdrom
  • salin logo ke directory sekolah dengan perintah : cp /cdrom/logo.gif /home/jarkom/sekolah
  • salin logo ke directory jurusan dengan perintah : cp /cdrom/logo.gif /home/jarkom/jurusan

3. MEMBUAT VIRTUAL HOST SEKOLAH
  • menyalin file host default menjadi file host sekolah dengan perintah : cp /etc/apache2/sites-available/default /etc/apache2/sites-available/sekolah
  • buka file tersebut dengan perintah : pico /etc/apache2/sites-available/sekolah
  • edit menjadi file berikut perhatikan tulisan yang tercetak Tebal Miring Berwarna Hijau :


NameVirtualHost *

ServerAdmin nama_akun@sekolah.sch.id

ServerName www.sekolah.sch.id
ServerAlias ns.sekolah.sch.id
DocumentRoot /home/jarkom/sekolah/


Options FollowSymLinks

AllowOverride None



Options Indexes FollowSymLinks MultiViews

AllowOverride None

Order allow,deny

allow from all

# This directive allows us to have apache2's default start page

# in /apache2-default/, but still have / go to the right place

#RedirectMatch ^/$ /apache2-default/


ScriptAlias /cgi-bin/ /usr/lib/cgi-bin/


AllowOverride None

Options ExecCGI -MultiViews +SymLinksIfOwnerMatch

Order allow,deny

Allow from all


ErrorLog /var/log/apache2/error.log

# Possible values include: debug, info, notice, warn, error, crit,

# alert, emerg.

LogLevel warn

CustomLog /var/log/apache2/access.log combined

ServerSignature On

Alias /doc/ "/usr/share/doc/"

Options Indexes MultiViews FollowSymLinks

AllowOverride None

Order deny,allow

Deny from all

Allow from 127.0.0.0/255.0.0.0 ::1/128





hanya teks yang di tandai yang di rubah
KELUAR dan SIMPAN


4. MEMBUAT VIRTUAL HOST JURUSAN
  • menyalin file host default menjadi file host sekolah dengan perintah : cp /etc/apache2/sites-available/default /etc/apache2/sites-available/jurusan
  • buka file tersebut dengan perintah : pico /etc/apache2/sites-available/jurusan
  • edit menjadi file berikut perhatikan tulisan yang tercetak Tebal Miring Berwarna Hijau :

NameVirtualHost *

ServerAdmin nama_akun@sekolah.sch.id

ServerName jurusan.sekolah.sch.id
ServerAlias ns.sekolah.sch.id
DocumentRoot /home/jarkom/jurusan/


Options FollowSymLinks

AllowOverride None



Options Indexes FollowSymLinks MultiViews

AllowOverride None

Order allow,deny

allow from all

# This directive allows us to have apache2's default start page

# in /apache2-default/, but still have / go to the right place

#RedirectMatch ^/$ /apache2-default/


ScriptAlias /cgi-bin/ /usr/lib/cgi-bin/


AllowOverride None

Options ExecCGI -MultiViews +SymLinksIfOwnerMatch

Order allow,deny

Allow from all


ErrorLog /var/log/apache2/error.log

# Possible values include: debug, info, notice, warn, error, crit,

# alert, emerg.

LogLevel warn

CustomLog /var/log/apache2/access.log combined

ServerSignature On

Alias /doc/ "/usr/share/doc/"

Options Indexes MultiViews FollowSymLinks

AllowOverride None

Order deny,allow

Deny from all

Allow from 127.0.0.0/255.0.0.0 ::1/128





hanya teks yang di tandai yang di rubah
KELUAR dan SIMPAN


Mengaktifkan Virtual Host Sekolah dan Jurusan dengan perintah :
  • untuk situs sekolah : a2ensite sekolah
  • untuk situs jurusan : a2ensite jurusan
  1. Mendisable Host Default dengan perintah* : a2dissite 000-default atau default (*wajib di dilakukan)
  2. Merestart Web Server dengan perintah* : /etc/init.d/apache2 restart (*wajib di resstart)


Nah selesai
Langkah-langkah Membuat Web Server di Linux Debian
Semoga artikel
Membuat Web Server di Linux Debian ini dapat bermanfaat, Amin.,

musik online

Label:

bagi kalian semua yang pengen dengerin musik tp ga ada musik kunjungi aja



konfigurasi dhcp server di win server 2003

Label:

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Langkah-langkah Konfigurasi DHCP Server

1. Pertama kita masukkan CD Windows Server 2003 pada CD-ROM

2. Mulai dengan klik start menu

3. Lalu pilih “Control Panel”

4. Kemudian pilih “add or remove programs”

5. Setelah itu pilih “add or remove windows components”

6. Pada windows components pilih “networking services”

7. Kemudian pilih “Detail”

8. Pada networking services, beri tanda “centang” pada DHCP. kemudian next

9. Tunggu beberapa saat untuk pencopyan data. Lalu Finish

10. Setelah DHCP diinstall, pada administrative tools, pilih DHCP

11. Pada DHCP klik kanan, lalu pilih “New scope”

12. Pada new scope wizard, klik Next untuk melanjutkan

13. Setelah itu isi nama scope sesuai dengan keinginan kita. Contoh :

· Name : boss

· Description : konfigurasi DHCP

Seperti pada gambar. Lalu klik Next

14. Pada IP Address Range yang akan digunakan client isi Start IP Address, End IP Address dan Subnet masknya. Contoh :.

· Start IP Address : 172.24.0.3

· End IP Address : 172.24.0.5

· Length : 29

· Subnet Mask : 255.255.255.248

Lalu klik Next.

15.Pada Add exclusions atau IP yang tidak boleh digunakan oleh client. isi start IP address dan end IP address. Contoh :

· Start IP Address : 172.24.0.1

· End IP Address : 172.24.0.2

Lalu Next.

16. Kemudian muncul Lease Duration. untuk menentukan berapa lama client bisa menggunakan IP Address yang diberikan Server. Contoh :

· Days : 14

· Hours : 14

· Minutes : 14

Kemudian Next.

17. Lalu muncul Configure DHCP Options, pilih “Yes, I want to configure these option now”. Lalu Next”

18. Pada Router (Default Gateway) isi IP Addressnya. Contoh :

· IP Address : 172.24.0.1

Lalu Add

Kemudian Next.

19. Domain Name and DNS Server isi Parent Domain, Server name dan Add IP Address. Contoh :

· Parent Domain : boss.com

· Server name : www.boss.com

· IP Address : 172.24.0.1

Setelah itu IP Address di Add

Apabila kita telah menginstall DNS, apa bila kita mengisi Server name sesuai dengan nama server, IP addressnya akan muncul dengan otomatis. Jika belum, kita akan mengisi manual.

Lalu Next.

20. Pada WINS Servers, Lewati saja. Klik Next.

21. Pada Activate Scope, pilih “Yes, I want to activate this scope now”. Lalu Next.

22. Setelah itu Finish.

Test SERVER DHCP pada Client

  1. Mulai dari “Start Menu”
  2. Lalu pilih “Control Panel”
  3. Kemudian pilih “Network Connection”
  4. Klik kanan pada icon “Local Area Network” pilih “Properties”
  5. Lalu pilih “Internet Protocol (TCP/IP)”, klik “Properties”.
  6. Di sini kita akan “Obtain an IP Address automatically” IP kita.
  7. Setelah itu OK.
  8. Kemudian kita jalankan “Run”, dan ketikkan “cmd” lalu OK
  9. pada command prom, ketikkan “ipconfig /all” [ENTER]
  10. Jika berhasil, maka ip pada computer kita telah diberikan oleh Server DHCP
  11. Lalu klik OK
  12. Klik OK sekali lagi.

Kesimpulan

Dengan adanya DHCP, server dapat memberikan IP Address secara otomatis kepada Client dan mempermudah Client untuk mendapatkan IP Address.

by:http://fakhrul92.wordpress.com/2009/02/23/konfigurasi-dhcp-server-di-windows-2003-server/

konfigurasi dhcp server di win server 2003

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Langkah-langkah Konfigurasi DHCP Server

1. Pertama kita masukkan CD Windows Server 2003 pada CD-ROM

2. Mulai dengan klik start menu

3. Lalu pilih “Control Panel”

4. Kemudian pilih “add or remove programs”

5. Setelah itu pilih “add or remove windows components”

6. Pada windows components pilih “networking services”

7. Kemudian pilih “Detail”

8. Pada networking services, beri tanda “centang” pada DHCP. kemudian next

9. Tunggu beberapa saat untuk pencopyan data. Lalu Finish

10. Setelah DHCP diinstall, pada administrative tools, pilih DHCP

11. Pada DHCP klik kanan, lalu pilih “New scope”

12. Pada new scope wizard, klik Next untuk melanjutkan

13. Setelah itu isi nama scope sesuai dengan keinginan kita. Contoh :

· Name : boss

· Description : konfigurasi DHCP

Seperti pada gambar. Lalu klik Next

14. Pada IP Address Range yang akan digunakan client isi Start IP Address, End IP Address dan Subnet masknya. Contoh :.

· Start IP Address : 172.24.0.3

· End IP Address : 172.24.0.5

· Length : 29

· Subnet Mask : 255.255.255.248

Lalu klik Next.

15.Pada Add exclusions atau IP yang tidak boleh digunakan oleh client. isi start IP address dan end IP address. Contoh :

· Start IP Address : 172.24.0.1

· End IP Address : 172.24.0.2

Lalu Next.

16. Kemudian muncul Lease Duration. untuk menentukan berapa lama client bisa menggunakan IP Address yang diberikan Server. Contoh :

· Days : 14

· Hours : 14

· Minutes : 14

Kemudian Next.

17. Lalu muncul Configure DHCP Options, pilih “Yes, I want to configure these option now”. Lalu Next”

18. Pada Router (Default Gateway) isi IP Addressnya. Contoh :

· IP Address : 172.24.0.1

Lalu Add

Kemudian Next.

19. Domain Name and DNS Server isi Parent Domain, Server name dan Add IP Address. Contoh :

· Parent Domain : boss.com

· Server name : www.boss.com

· IP Address : 172.24.0.1

Setelah itu IP Address di Add

Apabila kita telah menginstall DNS, apa bila kita mengisi Server name sesuai dengan nama server, IP addressnya akan muncul dengan otomatis. Jika belum, kita akan mengisi manual.

Lalu Next.

20. Pada WINS Servers, Lewati saja. Klik Next.

21. Pada Activate Scope, pilih “Yes, I want to activate this scope now”. Lalu Next.

22. Setelah itu Finish.

Test SERVER DHCP pada Client

  1. Mulai dari “Start Menu”
  2. Lalu pilih “Control Panel”
  3. Kemudian pilih “Network Connection”
  4. Klik kanan pada icon “Local Area Network” pilih “Properties”
  5. Lalu pilih “Internet Protocol (TCP/IP)”, klik “Properties”.
  6. Di sini kita akan “Obtain an IP Address automatically” IP kita.
  7. Setelah itu OK.
  8. Kemudian kita jalankan “Run”, dan ketikkan “cmd” lalu OK
  9. pada command prom, ketikkan “ipconfig /all” [ENTER]
  10. Jika berhasil, maka ip pada computer kita telah diberikan oleh Server DHCP
  11. Lalu klik OK
  12. Klik OK sekali lagi.

Kesimpulan

Dengan adanya DHCP, server dapat memberikan IP Address secara otomatis kepada Client dan mempermudah Client untuk mendapatkan IP Address.

by:http://fakhrul92.wordpress.com/2009/02/23/konfigurasi-dhcp-server-di-windows-2003-server/

Konfigurasi WEB Server Windows 2003 Server

Label:

Server web adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Server web yang terkenal diantaranya adalah Apache dan Microsoft Internet Information Service (IIS). Apache merupakan server web antar-platform, sedangkan IIS hanya dapat beroperasi di sistem operasi Windows.

Langkah-langkah Konfigurasi Web Server

1. Pertama kita masukkan CD Windows Server 2003 pada CD-ROM

2. Mulai dengan klik start menu

3. Lalu pilih “Control Panel”

4. Kemudian pilih “add or remove programs”

5. Setelah itu pilih “add or remove windows components”

6. Pada windows components pilih “Application Server”,

7. Kemudian pilih “Detail”

8. Setelah itu beri tanda centang pada “Internet Information Services (IIS)”. Klik OK

9. Tunggu beberapa saat ketika computer mencopy data dari CD. Setelah itu klik Finish.

10. Setelah IIS diinstall, klik start menu => administrative tools => Internet Information Services (IIS) Manager.

11. Klik kanan pada folder “Web Sites” kemudian pilih New => Web Site…

12. Klik Next pada “Web Site Creation Wizard”

13. Isi deskripsi web pada “Web Site Description”. Lalu next

14. Masukkan IP Address yang akan digunakan untuk Web site ini. Lalu next

15. Pada “Web Site Home Directory”, klik Browse untuk meletakkan direktori web. Cari folder Inetpub =>wwwroot. Kemudian klik Ok. Lalu Next

16. Klik Next pada “Web Site Access Permissions”. Ini untuk memperbolehkan apa saja yang bisa dilakukan pada web tersebut. Jadi centang saja “Read”. Lalu next

17. Setelah itu Klik Finish.

18. Setelah jadi, klik kanan pada web site yang telah kita buat tadi. Lalu pilih Properties

19. Pada Properties, masuklah pada halaman “Documents”. Lalu tambahkan Seperti : Index.php, Index.html, Index.asp dan lainnya. Lalu klik Apply & OK

20. Web server pun jadi.

Kesimpulan

Web server adalah tempat penyimpanan data-data Website yang di Upload ke server dan dapat membuat Web tersebut tampil pada internet.

by:http://fakhrul92.wordpress.com/2009/02/23/konfigurasi-web-server-windows-2003-server/